tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 7 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 7 : Teknik Daoyin “Aku akan kembali berlatih!” ujar Xiao Ning’er yang menatap Nie Li dengan dingin. Xiao Ning’er tidak suka diganggu oleh yang lain. Dia memiliki ekspresi di wajahnya yang membuat semua orang mengerti bahwa dia tidak suka didekati. Dan di dalam kelas, dia jarang bergaul dengan para […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 6 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 6 : Xiao Ning’er “Nie Li itu benar-benar kejam! Dia sungguh-sungguh menyuruhku menjadi umpan.” teriak Lu Piao melihat domba bertanduk yang sedang menyeruduk ke arahnya. Rasa takut membuat dia tersandung saat Lu Piao berlari ke belakang. Sementara itu, Du Ze dan Nie Li sedang bersembunyi di dalam semak-semak. Mereka telah […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 5 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 5 : Alkimis Koin roh siluman adalah mata uang yang digunakan di kota Rongyao. Biasanya, dua atau tiga ribu koin sudah cukup untuk biaya hidup tahunan sebuah keluarga rakyat biasa. Semua harga barang di kota Rongyao diukur berdasarkan koin roh siluman, contohnya adalah : pakaian pelindung, kristal siluman, kulit siluman, ramuan obat […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 4 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 4 : Jutaan Koin Roh Siluman Nie Li melirik ke arah Xiao Ning’er, dia memiliki postur tubuh yang langsing yang mengenakan rok pendek berwarna kuning dan sepasang sepatu berhak tinggi. Dia penampilan yang tidak kalah cantik dari Ye Ziyun dengn kulit putih dan bibir indah seperti kelopak bunga mawar. Namun […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 3 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 3 : Dihukum Berdiri Setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Nie Li, mata para rakyat biasa langsung melebar. Mereka semua tahu kisah tentang Ye Mo. Dia merupakan sosok yang patut ditiru jika seseorang ingin menjadi sosok yang kuat dan berkuasa. Akan tetapi mereka menjadi depresi karena ucapan oleh Shen Xiu […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 2 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 2 : Bodoh Di samping Ye Ziyun ada seorang anak laki-laki tampan dan tinggi yang duduk di sebelahnya dan melirik ke arah Ziyun. Dia sadar bahwa Ye Ziyun sedang melihat ke arah Nie Li dan dia langsung menatap Nie Li dengan amarah. Nie Li mengenal orang ini, dia adalah […]

summer in seoul ilana tan

Summer in Seoul – Prolog

For those who always believe in me, thank you…       Summer in Seoul – PROLOG     Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku? Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku? Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku? Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku? Tak tahu […]

tales-of-demons-and-gods-bahasa-indonesia

TDG Chapter 1 Bahasa Indonesia

Tales of Demons & Gods Chapter 1 : Terlahir Kembali Dari puncak pegunungan raksasa Wulin, terlihat sinar matahari terbit melalui celah-celah pegunungan dan menembus ke dalam lembah. Meskipun saat ini sudah merupakan awal musim panas, akan tetapi salju masih belum mencair. Musim dingin di pegunungan ini sangat panjang dan suara auman para siluman terkadang bisa […]

spring in london ilana tan

Spring In London

Spring in London (Season Series #4) by Ilana Tan Sinopsis : Astaga, ia—Danny Jo—adalah orang yang baik. Sungguh! Ia selalu bersikap ramah, sopan dan menyenangkan. Lalu kenapa Naomi Ishida menjauhinya seperti wabah penyakit? Bagaimana mereka bisa bekerja sama dalam pembuatan video musik ini kalau gadis itu mengacuhkannya setiap saat? Kesalahan apa yang sudah dia lakukan? […]

winter in tokyo ilana tan

Winter in Tokyo

Winter in Tokyo (Season Series #3) by Ilana Tan Sinopsis : Tetangga baruku, Nishimura Kazuto, datang ke Tokyo untuk mencari suasana baru. Itulah katanya, tapi menurutku alasannya lebih dari itu. Dia orang yang baik, menyenangkan, dan bisa diandalkan. Perlahan-lahan—mungkin sejak malam Natal itu—aku mulai memandangnya dengan cara yang berbeda. Dan sejak itu pula rasanya sulit […]